Jumat, 25 Juli 2014

Prinsip – Prinsip Moral Untuk Membangun Pribadi Kuat


BAB I
PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang
Secara kebahasaan perkataan moral berasal dari ungkapan bahasa latin mores yang merupakan bentuk jamak dari perkataan mos yang berarti kebiasaan. Dalam kamus Umum bahasa Indonesia dikatakan bahwa moral adalah penetuan baik buruk terhadap perbuatan dan kelakuan. Istilah moral biasanya dipergunakan untuk menentukan batas-batas suatu perbuatan, kelakuan, sifat dan perangkai dinyatakan benar, salah, baik, buruk, layak atau tidak layak, patut maupun tidak patut. Moral dalam istilah dipahami juga sebagai (1) prinsip hidup yang berkenaan dengan benar dan salah, baik dan buruk. (2) kemampuan untuk memahami perbedaan benar dan salah. (3) ajaran atau gambaran tentang tingkah laku yang baik.

Cara Menghayati Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Berbangsa dan Bernegara

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Istilah Pancasila telah dikenal sejak zaman Sriwijaya dan Majapahit dimana nilai-nilai yang terkandung didalam Pancasila sudah diterapkan dalam kehidupan kemasyarakatan maupun kenegaraan meskipun sila-silanya belum dirumuskan secara konkrit. Istilah Pancasila telah dikenal sejak zaman Majapahit sebagaimana tertulis dalam buku Negara Kertagama karangan Mpu Prapanca dan buku Sutasoma karangan Mpu Tantular. Dalam buku Sutasoma karangan Mpu Tantular, istilah Pancasila mempunyai arti berbatu sendi yang lima, pelaksanaan kesusilaan yang lima. Istilah Pancasila sendiri berasal dari bahasa Sansekerta yaitu Panca berarti lima dan Sila berarti dasar atau asas.  Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta: pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.

Senin, 12 Mei 2014

Membentuk Manusia Budaya

BAB I
PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang
Pada zaman era globalisasi ini banyak sekali terjadinya perkembangan dalam suatu kehidupan manusia pada sehari-harinya, termasuk dalam hal kebudayaan manusia. Manusia tidak akan terlepas dari budaya pada setiap harinya yang mereka lakukan untuk menyempurnakan suatu kebutuhan hidupnya dengan berbagai cara yang berbeda-beda.

Senin, 07 April 2014

Kontribusi Budaya Lokal Pada Seni Budaya Indonesia

BAB I
PENDAHULUAN

             1.1 Latar Belakang
       Seni budaya merupakan suatu keahlian mengekspresikan ide-ide dan pemikiran estetika, termasuk mewujudkan kemampuan serta imajinasi pandangan akan benda, suasana, atau karya yang mampu menimbulkan rasa indah sehingga menciptakan peradaban yang lebih maju. Seni Budaya pada dasarnya adalah alat ekspresi. Seiring perkembangnya zaman karena para pencinta seni budaya lokal semakin memiliki ekspresi yang berbeda dalalm menyikapi kehidupan. Oleh karena itu, seni budaya sudah dikenal sejak dini saat di bangku sekolah dasar. Bahkan, ada orang tua yang memasukkan anaknya kedalam sanggar, mau itu sanggar tari tradisional maupun sanggar musik tradisional, yang tidak lain bertujuan untuk melestarikan kebudayaan daerahnya sendiri.

Peran Agama Dalam Pengembangan Budaya Lokal

BAB I
PENDAHULUAN


            1.1 Latar Belakang
Seiring perkembangan zaman agama dengan ajaran-ajarannya, terutama agama besar didunia, pada dasarnya bersifat mendunia. Ajaran agama yang bersifat mendunia atau dapat dianut oleh siapa saja memungkinkan agama-agama tersebut mudah masuk dan diterima oleh masyarakat dunia, yang memiliki tempat berdeda maupun sama. Terjadinya keanekaragaman agama dalam berbagai kelompok masyarakat yang bersifat universal dan bertemu dengan kebudayaan lokal di dalam masyarakat melahirkan keanekaragaman budaya baru di kalangan para penganutnya.

Pengembangan Budaya Lokal Di Perguruan Tinggi

BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
Keberagaman dalam budaya Indonesia tercermin pada bagian budaya-budaya lokal yang berkembang di masyarakat.. Perkembangan budaya lokal di setiap daerah tentu memiliki peran yang signifikan dalam meningkatkan semangat nasionalisme, karena kesenian budaya lokal tersebut mengandung nilai-nilai sosial masyarakat. Namun dalam derasnya arus globalisasi, budaya lokal pada sisi lain mengalami kemajuan yang sangat pesat, tetapi di sisi lain juga mengakibatkan kerusakan dan pengkikisan budaya lokal yang luar biasa. Akhir-akhir ini banyak kalangan yang merasa khawatir akan nasib seni budaya tradisional yang semakin punah dan ditinggalkan oleh generasi muda. Perguruan tinggi dianggap memiliki faktor penting bagi berkembangnya budaya lokal di Indonesia baik disekitar lingkungan perguruan tinggi maupun dilingkungan masyarakat. Karena di perguruan tinggi diajarkan bagaimana berfikiran kreatif dan baru untuk membuat suatu perubahan budaya lokal agar tidak terlihat kuno dan terlihat cocok digunakkan oleh para kaum remaja tanpa merubah ciri khas kebudayaan lokal itu sendiri.

Selasa, 21 Januari 2014

Sertifikat

Sertifikat Kompetensi 


Nama : Rizal Abdullah
NPM  : 17113868
Kelas : 1KA07